HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KOTA BARATKOTA GORONTALO
Main Article Content
Abstract
Abstrak
Anemia pada ibu hamil merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih tinggi prevalensinya, baik di tingkat global maupun nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik ibu dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kota Barat Kota Gorontalo. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 68 responden ibu hamil yang diperoleh melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi α = 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada usia tidak berisiko (20–35 tahun) sebanyak 82,3%, berpendidikan SMA (52,9%), tidak bekerja (64,7%), serta memiliki paritas 1–3 kali (73,5%). Adapun kejadian anemia ditemukan pada 59,2% responden. Analisis bivariat memperlihatkan tidak adanya hubungan signifikan antara usia (p = 0,065), tingkat pendidikan (p = 0,235), pekerjaan (p = 0,928), maupun paritas (p = 0,078) dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Seluruh variabel memiliki nilai koefisien korelasi yang lemah hingga sangat lemah.
Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara karakteristik ibu (usia, pendidikan, pekerjaan, dan paritas) dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kota Barat. Faktor lain seperti status gizi, pola makan, kepatuhan konsumsi suplemen zat besi, serta akses pelayanan kesehatan kemungkinan memiliki pengaruh lebih besar terhadap kejadian anemia. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi instansi kesehatan dalam merancang program pencegahan anemia pada ibu hamil.
Kata Kunci : Anemia, Ibu Hamil, Karakteristik Ibu, Puskesmas Kota Barat
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.